Your Shadow

YOUR SHADOW

Author:   YellowPurple

Cast     :   Cho Kyuhyun

                Ayumi Akomoto

                Ahn Yumi

Genre:    Mistery, Romance.

 

        Ayumi sedang berdiri sendirian disebuah bukit yang sangat luas. Ia memandang kesekelilingnya dengan bingung, ia tidak tahu ia ada dimana sekarang. Entah kenapa langit berwana hitam hari ini, seolah akan ada badai yang datang. Angin berhembus tak tentu arah menyapu rambut-rambut kecil yang menutupi wajah cantiknya. Ia yakin ia hanya seorang diri sampai tiba-tiba bayangan itu muncul lagi dibelakangnya.

       Ayumi memutar badannya hingga kini ia berhadapan dengan pemilik bayangan itu. Laki-laki dengan kulit seputih susu, tubuh yang tegap, dengan kepala yang terus menunduk, membuat beberapa rambutnya menutupi wajahnya. Ya, Ayumi tidak pernah bisa melihat bagaimana wajahnya.

**Your Shadow**

Ayumi Akomoto menuruni tangga di apartemen barunya sambil mengumpat pelan. Ini adalah hari kelimanya setelah tiba di Korea, dan saat ini listrik di apartemen bobroknya mati, membuatnya mau tidak mau harus menemui penjaga apartemen ini menggunakan tangga padahal kamarnya terletak di lantai 6. Bagus sekali, ini seperti olah raga di malam hari.

Ayumi adalah gadis berdarah jepang, ia sebenarnya adalah seorang pelukis yang sedang mencari inspirasi di negeri ginseng ini. Ia rela menempuh jarak jauh, dan hidup seorang diri dengan uang pas-pasan hanya karena ingin menemukan sesuatu yang baru di Korea. Sebenarnya, di Jepang banyak sekali hal yang bisa menginspirasi banyak orang, tetapi ia jenuh. Dan sebenarnya alasan lain ia memutuskan untuk ke Korea adalah untuk menghindari seseorang.

Pada saat berada dilantai 4 langkahnya terhenti karena sepertinya ia melihat seseorang yang berdiri diujung tangga. Ayumi menyipitkan matanya, ingin tahu siapa yang ada disana. Dengan keadaan yang gelap seperti ini Ayumi tidak bisa melihat jelas wajah orang itu, terlebih lagi orang itu berdiri membelakanginya. Yang bisa ia lihat dengan jelas adalah dia seorang laki-laki, rambutnya tidak terlalu pendek, tapi terlihat sedikit acak-acakan, badannya jangkung, punggungnya tegap, dan kulitnya sangat putih. Ayumi mengira namja itu juga bernasib sama sepertinya dan akan keluar juga menemui penjaga apartemen, tapi mengapa namja itu tidak bergerak sama sekali, hanya berdiri diujung tangga, tidak terlihat ingin beranjak sedikitpun.

Ayumi baru saja ingin beranjak menuruni tangga lagi saat tiba-tiba pintu disampingnya terbuka dengan gerakan cepat. Ayumi tersentak kaget, ia hampir saja jatuh dari tangga jika saja ia tidak berpegangan pada besi yang berada dipinggir tangga itu.

“Ayumi? Kaukah itu? ….Hei Sedang apa kau?” tanya seseorang.

Ayumi menghembuskan napas lega, ternyata yang muncul dibalik pintu itu dan bertanya padanya adalah Lee So Ran, salah seorang tetangganya yang sama-sama tinggal dilantai 6.

“Lee So Ran? Ah, kau membuatku kaget!” ucap Ayumi dengan bahasanya Korea yang seadanya, aksennya pun sangat lucu, dan terdengar aneh. Ayumi masih saja memegangi dadanya, ia sangat terkejut, ia mengira jantungnya akan melompat tadi saking terkejutnya.

“maaf, maaf. kau sangat terkejut ya? Kau sedang apa?” So Ran tertawa renyah karena melihat wajah Ayumi yang terlihat sangat panik.

“aku mau ke bawah.”

Kening So Ran berkerut samar, “lalu kenapa kau hanya berdiri diam didepan pintu tangga darurat begini?”

“tadi aku melihat seorang laki-laki sedang berdiri di ujung tangga itu, jadi aku berhenti sebentar,” jelas Ayumi sambil menunjuk arah yang ia maksud, tapi tiba-tiba ia dibuat terkejut lagi karena ternyata namja yang tadi sudah tidak ada ditempatnya. Ayumi melongok kebawah, siapa tahu namja itu masih terlihat berjalan ditangga dibawahnya, tetapi nihil, namja itu tidak terlihat.

“eh?” Ayumi menyipitkan matanya lagi, ia yakin hanya sekitar 2 menit yang lalu namja itu masih berdiri diam diujung tangga itu, tetapi sekarang tidak ada. Apa mungkin dia sudah pergi? Jalannya cepat sekali.

“kau melihat siapa? Tidak ada siapa-siapa disini,” ucap So Ran sambil memandang heran kearah Ayumi.

Ayumi menggaruk lehernya yang tidak gatal, ia yakin ia melihat seseorang tadi. Akhirnya Ayumi tersenyum canggung. Lupakan saja, itu bukanlah hal yang penting karena saat ini yang penting baginya adalah menemui penanggung jawab apartemen sesegera mungkin.

***

Ayumi berjalan pelan sambil memandang gedung apartemennya yang sudah mulai terlihat dari kejauhan. Sebuah gedung yang tidak terlihat seperti sebuah apartemen. Hanya gedung bertingkat 8 dengan hanya 2 kamar disetiap lantainya. Karena letaknya yang cukup jauh dari pusat kotalah sebenarnya alasan kenapa Ayumi pindah kesini, tapi entah kenapa akhir-akhir ini ia selalu mendapatkan mimpi yang aneh. Bukan mimpi buruk, hanya saja mimpi itu sangat aneh. Jika saja pemandangan dari kamar di apartemennya tidak bagus, mungkin sudah sejak hari pertama ia pindah.

Lift terbuka, Ayumi tiba dilantai 6 dengan tidak bersemangat. Ia berjalan menunduk sambil sesekali menghembuskan napas berat, mungkin ia belum terbiasa hidup seorang diri, apalagi di negeri yang bisa dibilang asing baginya.

Ayumi terus berjalan sambil menunduk sampai ia melihat sebuah kaki yang berdiri tidak jauh darinya, dengan cepat Ayumi mengangkat kepalanya, dan sedikit tersentak karena pemilik kaki itu sedang menatapnya tanpa berkedip. Tubuh tinggi, rambut acak-acakan, dan kulit yang seputih susu mengingatkan Ayumi pada laki-laki yang ia lihat tadi malam. Dan sepertinya memang inilah laki-laki itu. Ternyata memang laki-laki ini tetangganya?

“kau kembali.” Ucap laki-laki itu sambil terus menatap Ayumi.

Sedikit bingung tetapi Ayumi tetap menjawab, “ya, aku baru pulang berjalan-jalan disekitar sini.”

Kening laki-laki itu berkerut samar, tetapi pandangannya tetap tidak terlepas dari Ayumi, “kenapa lama sekali? Kenapa kau pindah? Apa….kau menghindariku?” tanya laki-laki itu tanpa jeda.

Menghindar? Ayumi tidak mengerti dengan maksud laki-laki ini. apakah ia salah mengerti? Karena bahasa koreanya yang sangat pas-pasan mungkin saja ia salah mengartikan ucapan namja ini.

Alis Ayumi bertautan, sekarang ia malah curiga jika namja ini adalah salah satu orang yang diutus mantan tunangannya, “apa kau orang suruhan Keita Haruki?” tanyanya dengan curiga.

Ekspresi namja itu berubah, matanya yang terlihat kosong kini lebih terasa hidup, ada apa sebenarnya? Ia benar-benar bingung. Jika benar namja misterius ini suruhan Haruki mungkin ia harus benar-benar pindah rumah.

“siapa itu Keita Haruki? Kau berselingkuh?” namja itu menatap  Ayumi dengan intens, terlihat marah, entah mengapa.

“ap—apa??” Ayumi membulatkan matanya. Dalam hati ia makin bertanya-tanya siapa orang ini, semua kata-katanya sangat aneh, seolah namja itu sudah mengenalnya.

Saat itu tiba-tiba Ayumi mendengar lift berdenting, dan ia bisa mendengar langkah kaki seseorang mendekat kearahnya.

“Ayumi? Kau sudah pulang?” suara seseorang terdengar dibelakangnya.

Ayumi memutar badannya dengan cepat, ia menghembuskan napas lega setelah mengetahui pemilik suara itu, Lee So Ran.

“eoh? Ya, baru saja.” Jawab Ayumi sambil tersenyum tipis.

“kau sedang apa berdiri disitu?”

“aku baru bertemu dengan penghuni apartemen disini, pasti kau sud—” Ayumi berbalik menghadap namja itu lagi, tetapi kalimat yang akan keluar dari mulutnya tertahan karena namja itu sudah tidak ada. Ayumi menengok kekanan dan kekiri, mencari namja itu, tetapi tidak ada.

Hanya sekitar setengah menit saat ia berbalik menyapa Lee So Ran, dan namja itu menghilang dalam waktu sesingkat itu? Lift ada dibelakang Lee So Ran, bagaimana cara namja itu pergi? Apakah diujung lorong ada tangga darurat lagi? sepertinya tidak. Ia menggeleng lemah untuk membuang pikiran-pikiran aneh dari benaknya, mungkin ia tidak lihat saat namja itu berjalan melewatinya dan So Ran.

“…..Ayumi? Hei Ayumi….ada apa?”

Ayumi mengerjap, suara So Ran menyadarkannya dari lamunan. “tidak ada apa-apa.” Jawabnya sambil tersenyum kaku.

Ayumi melihat kening So Ran berkerut samar, tetapi tidak lama gadis itu tersenyum juga, “benar? Kalau begitu aku masuk ya,” So Ran melambai pelan, lalu masuk kedalam kamarnya.

Ayumi menghembuskan napas berat. Baru seminggu ia di Korea, dan pasti sekarang So Ran sudah menganggapnya orang aneh. Kening Ayumi berkerut, ngomong-ngomong soal orang aneh, ia jadi teringat namja itu lagi. ia memang baru sekali bertemu dengan namja itu, tetapi ada perasaan aneh dalam dirinya, ia merasa pernah bertemu dengan namja misterius itu sebelumnya. Dan tentu saja itu terdengar lebih aneh lagi, karena ia baru seminggu berada disini.

Ayumi mengacak-acak rambutnya dengan  frustasi, bisa-bisa niatnya untuk mencari suasana baru malah membuat gila karena hal-hal aneh yang terjadi.

***

Ayumi hampir saja terjatuh saking terkejutnya saat membuka pintu apartemennya. di pagi hari seperti ini ia mendapati seorang pria berdiri tepat didepan pintu, siapa yang tidak akan terkejut? Namja misterius itu, apa yang ia lakukan di depan rumahnya?!

“apa yang kau lakukan?” tanya Ayumi dengan nada yang tidak bersahabat. Sepertinya memang orang aneh ini suruhan Haruki, jangan-jangan ia sudah mengikutinya selama seminggu ini? apakah ia penjahat? apakah orang ini akan menculiknya lalu membawanya kembali dengan paksa ke Jepang lalu menyerahkannya pada Haruki? Imajinasi Ayumi yang luar biasa itu mulai berkeliaran kemana-mana, inilah akibatnya jika terlalu sering menonton serial detective saat masih kecil.

“aku menungggumu.”

“kenapa?”

“aku takut kau tidak kembali lagi.”

Ayumi mengerjapkan matanya beberapa kali. Entah dirinya yang gila atau namja ini yang gila? Lagi-lagi namja misterius itu berkata seolah mereka sudah saling mengenal sebelumnya. Tetapi, siapa sebenarnya dia?

Awalnya Ayumi menolak tawaran—lebih tepatnya pemaksaan—saat namja itu bilang akan menemaninya berkeliling melihat pemandangan, dan sekalian mencari inspirasi baru. tetapi akhirnya Ayumi mengalah, mungkin ada baiknya juga ditemani oleh seseorang yang sudah mengenal tempat ini dengan baik.

“kau belum bilang siapa namamu.” Ayumi berjalan pelan berdampingan dengan namja misterius itu. Kalau diingat-ingat mereka memang belum berkenalan dengan resmi. Ayumi menghentikan langkahnya saat merasa namja itu berhenti, ia sudah beberapa langkah didepan namja itu saat ia berbalik, dan melihat namja itu berdiri menatapnya dengan alis yang bertautan.

Hening beberapa saat, namja itu malah tetap menatapnya dengan pandangan aneh, mungkinkah mereka memang saling mengenal?

“Kyuhyun. Namaku Cho Kyuhyun.” Akhirnya namja itu membuka mulutnya yang tertutup rapat. Dan yah, setelah mendengar nama namja itu ia yakin mereka belum pernah kenal sebelumnya, nama itu terlalu asing.

“kau juga belum tahu namaku kan? namaku Ayumi Akomoto, senang berkenalan denganmu.” Ucapnya sambil tersenyum ramah, tidak memperhatikan air muka Kyuhyun yang berubah muram.

***

              Ayumi berada disebuah persimpangan jalan yang cukup ramai. ia tidak ingat jelas kapan ia pergi, dan tiba-tiba ia sudah berada disini. Ayumi masih saja berdiri diam dipinggir jalan saat seseorang menabraknya, membuatnya hampir terjungkal kebelakang. Tanpa minta maaf terlebih dahulu orang itu terus berlari tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. Tidak lama setelah itu beberapa orang berpakaian hitam-hitam tampak berlari mengejar orang itu.

“yumi-ya!! disini!!” teriakan seseorang mengalihkan pandangan Ayumi dari seorang gadis yang sedang dikejar itu. ia menengok ke kanan dan ke kiri, mencari tahu siapa yang berteriak memanggilnya tadi. Tidak ada. Dan tidak mungkin. Tidak ada banyak orang yang mengenalnya di Seoul.

Ayumi lalu kembali memperhatikan gadis itu lagi, sebenarnya ada banyak sekali orang yang ada disini, tetapi mengapa matanya seolah tidak bisa terlepas dari gadis itu? Dan oh, gadis itu berlari kearah seorang namja bertopi hitam yang menunggu gadis itu diseberang jalan.

“Yumi! Ayo cepat!” namja itu memanggil gadis yang sedang berlari itu. Yumi? itu namanya? Jadi tadi namja itu yang berteriak, dan ternyata memanggil gadis itu, bukan dirinya.

Gadis yang dikejar itu tetap berlari kearah laki-laki bertopi hitam walaupun segerombol orang berpakaian hitam-hitam itu mengerjarnya dan memanggil-manggil namanya. Ini adalah kejadian yang biasanya hanya ia lihat di film, dan kini benar terjadi didepan matanya. Ayumi ingin beranjak, tetapi tidak bisa. matanya benar-benar hanya terfokus pada gadis itu, ia berusaha mempertajam penglihatannya untuk melihat wajah gadis itu, tetapi tidak terlihat karena ia sudah berlari cukup jauh.

Gadis itu terus berlari menerobos lampu yang masih hijau, dan tiba-tiba semuanya seperti berhenti. Orang-orang yang mengejar tadi berhenti, laki-laki diseberang jalan berhenti berteriak memanggil nama gadis itu, semuanya terfokus pada apa yang baru saja terjadi, termasuk dirinya. Gadis yang berlari itu tergeletak lemah dengan darah segar mengalir dari kepalanya setelah sebuah mobil menabraknya.

Semuanya terjadi begitu cepat. Adegan action yang tadi dilihatnya kini berubah menjadi adegan drama. Laki-laki bertopi hitam itu mendekati gadis yang sedang berbaring lemah dijalanan dengan langkah gontai, dan benar-benar jatuh tersungkur saat sudah berada didepan gadis itu. entah sejak kapan, tetapi Ayumi baru sadar kini dirinya menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang ikut berkerumun disitu. Topi laki-laki itu terlepas karena jatuh tersungkur tadi, Ayumi menyipitkan matanya, wajah laki-laki itu tidak asing, tetapi ia tidak yakin apakah ia pernah melihatnya sebelumnya.

“Yumi-ya ireona! Ya! Ireona! Ahn Yumi bangunlah jebal!” laki-laki itu meraih tubuh gadis yang dipanggil Yumi, dan memeluknya dengan erat.

“AHN YUMI!!!!”

***

“hei, kau selalu membuatku kaget!” Ayumi memegangi dadanya, ia terkejut karena Kyuhyun berdiri didepan pintunya.

Sudah 3 minggu sejak ia mengenal Kyuhyun, dan sekarang namja itu menjadi salah seorang sahabatnya. Walaupun kepribadian Kyuhyun sedikit aneh tapi ia senang berteman dengannya. Namja itu tahu semua tempat yang bagus, dan Kyuhyun jarang bicara, sedikit membantu karena bahasa Korea Ayumi yang seadanya, Kyuhyun tidak pernah mentertawakan aksennya yang masih aneh, malahan namja itu mengajarinya banyak kosa kata baru, walaupun terkadang bukan kata-kata yang bagus.

Kini Ayumi, dan Kyuhyun sedang berada disebuah bukit. Kyuhyun baru pertama kali mengajaknya kesini, tetapi semua yang ada disini terlihat familiar dimatanya. Ayumi bangkit dari duduknya untuk memperhatikan sekelilingnya. Suasana disini sangat damai, sangat nyaman. Ayumi menyeka rambut yang menutupi wajahnya, sungguh tempat yang sangat cocok untuk melepaskan penat.

Ayumi berbalik kearah Kyuhyun, dilihatnya namja itu sedang duduk dengan kepala menunduk, dan mata yang terpejam, rambutnya terkena angin hingga seluruh wajahnya terlihat. Ayumi terkesiap, wajah Kyuhyun terasa tidak asing baginya. Tapi, dimana ia melihat Kyuhyun? Perlahan Ayumi mendekati Kyuhyun yang masih memejamkan mata, ia ingin memperhatikan wajah Kyuhyun, mungkin saja memang mereka pernah bertemu sebelumnya. Dari jarak beberapa sentimeter seperti ini Ayumi dapat mencium aroma parfume Kyuhyun yang sangat maskulin, membuatnya ingin menciumnya terus. Ayumi beralih ke wajah namja itu, bibir Kyuhyun sedikit pucat, apakah ia sakit? Hidung Kyuhyun mancung, bulu mata namja itu juga panjang. Indah, hanya satu kata itu yang bisa ia ucapkan. Ya, Kyuhyun sangat indah.

Ayumi langsung meraih buku sketsa dan penanya, ia sudah banyak menemukan objek yang indah selama di Korea, tetapi tidak ada yang membuatnya sangat bersemangat seperti ini. Ayumi membuat sketsa wajah Kyuhyun dibukunya. Ia harus menggambar dengan baik jika tidak mau membuat objek indah didepannya ini telihat jelek. Ayumi terus saja menggambar saat tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya, membuat Ayumi terkesiap dan juga sedikit salah tingkah.

“kau sudah bangun?” tanya Ayumi sambil tersenyum lebar, “aku menggambar dirimu yang sedang tertidur tadi. Tidak apa-apa?” lanjutnya.

Kyuhyun tersenyum tipis, “apakah aku cukup indah?” tanya Kyuhyun, kini senyum tipisnya sudah berubah menjadi sebuah smirk yang sangat berbahaya.

Ayumi memukul pelan bahu Kyuhyun untuk menutupi dirinya yang salah tingkah, “tidak! Bukan begitu…hanya saja…” kalimat Ayumi menggantung, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan, tidak mungkin ia harus jujur didepan Kyuhyun. Terlebih lagi kini Kyuhyun sedang menatapnya dengan pandangan yang seolah mengatakan-kau-sedang-berbohong-Ayumi.

Tidak tahan ditatap seperti itu, Ayumi bangkit dan pergi meninggakan Kyuhyun, “aku lelah sekali, mau pulang.” Ayumi berkata tanpa menengok kebelakang.

“Yumi-ya, tunggu aku.” Ayumi langsung menghentikan langkahnya. Entah mengapa cara Kyuhyun memanggilnya terasa tidak asing. Ayumi memang selalu merasa cara Kyuhyun memanggil namanya selalu berbeda.

Ayumi berbalik sambil merengut, dilihatnya Kyuhyun mulai beranjak dan berjalan menyusulnya. Dan, tiba-tiba saja ada yang terasa aneh, cara Kyuhyun berjalan kearahnya terasa aneh. Namja itu berjalan perlahan sambil menatapnya lembut, seolah sedang rindu, seolah sedang putus asa karena lama tidak bertemu.

Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Angin berhembus membuat salah satu kertas ditangannya terbang, kertas itu terbang melewati Kyuhyun, saat itulah Ayumi melihat tubuh Kyuhyun lagi, dan lagi-lagi ia merasa tidak asing. Angin berhembus menutupi sebagian wajah Kyuhyun, Ayumi merasa deja-vu, ia sepertinya pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya.

Ayumi menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, Kyuhyun…adalah laki-laki yang ada di mimpinya saat itu? ayumi menggeleng pelan tetapi dalam hatinya bekata lain. Ya, Kyuhyun adalah pemilik bayangan seseorang yang hadir di mimpinya.

***

Ayumi mengetuk pelan pintu rumah tetangganya. Hatinya gelisah, dan pikirannya melayang kemana-mana. Pintu didepannya terbuka, pemiliknya segera mempersilahkannya masuk. Ayumi duduk di sofa, ia menatap So Ran dengan kening yang terus berkerut.

“So Ran-ssi, sudah berapa lama kau tinggal disini?” tanya Ayumi.

“hmm, baru 6 bulan lebih, kenapa memangnya?”

“kau mengenal Cho Kyuhyun? Yang tinggal dilantai 4?”

So Ran tampak sedang berpikir, “sepertinya aku pernah mendengar namanya.” Jawabnya tidak yakin. “memang kenapa?”

“tidak, hanya saja akhir-akhir ini aku sering ditemani oleh Kyuhyun berkeliling, tetapi…” kalimatnya menggantung, bagaimana harus mengatakannya?

“tetapi??” alis So Ran bertautan, “selama aku disini, aku belum pernah bertemu dengannya.”

Mata Ayumi melebar, “benarkah?”

***

Ayumi meletakkan secangkir teh hangat di meja di depan Kyuhyun, ini bukan pertama kalinya namja itu berkunjung kerumahnya. Setelah kejadian kemarin Ayumi memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi. biarkan saja, toh Kyuhyun selama ini tidak pernah menyakitinya, walaupun terkadang tingkahnya aneh.

Ayumi mengambil posisi duduk disebelah Kyuhyun yang sedang serius memperhatikan setiap lembar buku sketsanya.

“bagaimana?” tanya Ayumi dengan wajah berseri-seri.

Kyuhyun terlihat membolak-balik setiap halaman yang ada dibuku itu, “aku suka yang ini.” Kyuhyun menunjuk sebuah sketsa dirinya sendiri saat di padang rumput waktu itu.

Ayumi mencibir, “ada banyak gambar yang bagus, mengapa kau memilih gambar dirimu sendiri?”

Kyuhyun tertawa pelan, “karena ini yang paling indah, Yumi-ya”

Ayumi tertegun, pertanyaan itu muncul lagi dibenaknya, ia tidak tahu mengapa ia selalu merasakan perasaan yang aneh jika ia sedang bersama Kyuhyun. Ia sangat yakin kalau dirinya tidak pernah mengenal Kyuhyun sebelumnya, tetapi mengapa setiap namja itu sedang menatapnya, seolah itu adalah pandangan seseorang yang sedang rindu.

Apakah ia harus bertanya langsung pada Kyuhyun? Tapi, apa yang harus ia tanyakan? Pasti Kyuhyun akan mentertawainya jika ia menanyakan hal yang konyol seperti itu.

Ayumi memaksa dirinya kembali dari pikirannya yang sudah melayang-layang, ia tersenyum kecut sambil merebut buku sketsanya dari tangan Kyuhyun, “itu karena aku yang menggambarmu, jadi terlihat indah.” ucapnya membanggakan diri sendiri, tidak mau kalah oleh Kyuhyun.

“aku memang akan terlihat indah jika bersamamu.” Ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat tenang, membuat tiba-tiba bulu kuduk Ayumi berdiri.

Ayumi tertawa singkat, berusaha menutupi rasa gugup dan bingungnya, “apa yang kau bicarakan, sih?” ucapnya sambil beranjak meninggalkan Kyuhyun, dan berjalan pelan menuju dapur. Entah apa yang ia akan lakukan ia juga tidak tahu, yang penting sekarang adalah menghindar dari hadapan Kyuhyun jika ia tidak mau wajahnya yang memanas terlihat oleh namja itu.

“Yumi-ya, kau tidak akan pergi lagi ‘kan?” Ayumi berbalik, dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui Kyuhyun sudah berada tepat dibelakangnya. Ayumi baru sadar jika langkah kaki Kyuhyun tidak pernah terdengar, aneh memang, tetapi ia tidak pernah memikirkan itu.

“yumi-ya…jangan pergi terlalu lama.” Ucap Kyuhyun lagi.

Ayumi menatap Kyuhyun dengan kening yang berkerut, lagi-lagi namja itu mengatakan hal-hal yang aneh. Ayumi tersenyum simpul menutupi rasa herannya, “kau bicara apa? Aku hanya pergi beberapa menit saja.” Ucapnya.

Kyuhyun tersenyum tipis, tetapi tidak lama senyum itu menghilang dari wajahnya, digantikan dengan raut wajah cemas dan terlihat kebingungan. Ayumi tidak bisa membaca ekspresi Kyuhyun saat itu, ia hanya terus menatap mata Kyuhyun yang bergetar dengan berbagai pertanyaan di benaknya.

Saat Ayumi hendak beranjak meninggalkan dapur tiba-tiba Kyuhyun meraih sebelah tangannya, dan menggenggamnya dengan sangat erat. Dan, saat itu tiba-tiba dadanya terasa sakit karena ulah jantungnya yang berdetak dengan tidak karuan. Bagaimana bisa ini terjadi padahal Kyuhyun hanya menggenggam tangannya.

Ayumi masih tidak bisa mengendalikan jantungnya saat Kyuhyun menariknya kedalam pelukan namja itu, ia memeluk Ayumi dengan sangat erat seolah tidak mau melepaskannya sama sekali. Ayumi tidak tahu harus bagaimana, ia ingin melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun tetapi ia merasakan sesuatu yang nyaman yang tiba-tiba timbul saat itu.

“Ahn Yumi…kau tidak boleh pergi lagi.” ucap Kyuhyun dengan suara yang sangat lemah, tetapi Ayumi bisa mendengarnya dengan jelas.

Sakit, sangat sakit. Dadanya terasa sesak sekarang, jauh lebih sesak dari sebelumnya. Jantungnya yang sedang berdetak tidak karuan terasa terhenti saat mendengar kalimat Kyuhyun barusan. Ahn Yumi? nama itu terasa tidak asing di telinganya, tetapi ia tidak ingat pernah mendengarnya dimana.

Ayumi mendorong tubuh Kyuhyun sehingga pelukan namja itupun terlepas. Ia memandang Kyuhyun dengan tajam seolah tidak terima karena Kyuhyun memanggilnya dengan nama gadis lain. Ia sangat ingin marah atas tindakan Kyuhyun tadi, bagaimana bisa Kyuhyun menatap dan memeluknya seperti itu tetapi malah memanggil nama orang lain.

Ayumi menyerah. Ia tidak ingin menanyakan, atau berdebat dengan Kyuhyun karena hal itu. ia memutuskan untuk menganggap jika kejadian tadi tidak pernah terjadi. Ya, sepertinya begitu lebih baik.

***

“kau bertemu dengan Cho Kyuhyun? Aigoo anak itu belum bisa kembali rupanya… sepertinya aku sedikit mengerti bagaimana perasaan anak itu. Ayumi, jika aku menceritakannya padamu, berjanjilah untuk tidak menangis dan mungkin saja pingsan disini, ne?”

“Cho Kyuhyun…aku tidak mengerti mengapa anak itu menjadi seperti ini. hmm…sebenarnya,  Kyuhyun sudah tidak berada di apartemen ini. satu tahun yang lalu, kekasihnya meninggal karena kecelakaan saat akan kabur bersamanya. Ia merasa sangat bersalah dan depresi, hingga tidak lama ia mencoba bunuh diri dengan menabrakan dirinya ke sebuah mobil, semenjak saat itu ia masuk rumah sakit, dan…sampai saat ini ia masih belum sadarkan diri.”

“Ayumi-ssi, sudah sejak saat itu Kyuhyun koma, bagaimana bisa ia pergi menemuimu? Dasar anak nakal, bahkan aku tidak ia kunjungi, bagaimana bisa ia malah mengunjungi seorang gadis.”

“Ayumi-ssi, sedikit banyak aku bisa mengerti mengapa ia menemuimu, mungkin ia mengira kau adalah gadis itu, Ahn Yumi. kalau dilhat-lihat kau memang sedikit mirip dengan gadis itu. Ayumi-ssi, apa kau terkejut mendengar ini semua?”

“ini, ambilah, ini adalah kunci kamar Kyuhyun. Kau bisa melihat wajah gadis itu di kamarnya.”

Ayumi menutup pintu di belakangnya dengan tenaga yang hampir saja tidak ada. Dirinya masih tidak bisa mencerna apa yang baru saja ia dengar. Choi Ahjussi—penjaga apartemen—tidak punya alasan apapun untuk berbohong, tetapi semua ini benar-benar tidak bisa dicerna dengan akal sehat.

Dengan perasaan yang masih tidak karuan Ayumi terus berlajan, entah kakinya akan membawanya kemana, yang jelas ia tidak ingin berada di apartemennya sekarang. yang ada dibenaknya saat ini adalah ia harus menjauh dari Kyuhyun.

Ayumi menundukan kepalanya yang terasa berputar-putar. air matanya tiba-tiba saja melesat jatuh saat menyadari dirinya sedang berada di bukit yang penah ia kunjungi bersama Kyuhyun. Ayumi menutupi wajahnya dengan tangannya sendiri, seolah takut jika Kyuhyun melihat dirinya yang sedang menangis saat ini. karena bisa saja sebenarnya Kyuhyun sedang berada di dekatnya sekarang. Ayumi menghela napas berat disela-sela tangisannya, ucapan Choi Ahjussi masih terasa menggema di kepalanya. Apa yang harus ia lakukan sekarang setelah mengetahui ini semua?

Tangisan Ayumi semakin menjadi saat menyadari semua mimpi anehnya selama berada di Seoul memang berhubungan denganKyuhyun. Ia sudah menyadari sebelumnya jika namja yang hanya bisa ia lihat bayangannya itu ternyata Kyuhyun, dan gadis yang ada di mimpinya itu adalah Ahn Yumi. gadis itu adalah kekasih Kyuhyun? Pantas saja Kyuhyun selalu mengatakan hal-hal aneh, seolah namja itu sudah mengenalnya sejak lama, ternyata ia mengira dirinya adalah gadis itu?

Ayumi menyentuh dadanya yang terasa sesak, mengapa ia harus mengalami ini semua? Mengapa ia harus bertemu dengan Cho Kyuhyun? Dan mengapa ia harus mengetahui ini semua disaat ia mulai menyukai namja itu?

Ia menangis lagi, ya hanya itu yang bisa ia lakukan. Memang tidak bisa merubah apapun, tapi setidaknya bisa membuat hatinya sedikit lebih tenang.

***

Ayumi menatap lemah namja yang sedang duduk di depannya. Sekarang malah jantungnya memompa dengan lebih cepat lagi saat sedang bersama dengan Kyuhyun. Bagaimana cara untuk menghentikan rasa sukanya yang selalu bertambah setiap harinya? Padahal ia sudah tahu jika Kyuhyun tidak ada….dan tidak menyukainya. Namja itu mencintai orang lain.

Ayumi menarik napas, dan menghembuskannya dengan perlahan, kenyataan itu membuat dirinya semakin terpuruk, dan terlihat sangat menyedihkan. Ayumi beranjak menuju dapur, ia harus segera menghindar dari namja itu sebelum air matanya keluar lagi.

“Yumi-ya, kau mau kemana?” Kyuhyun yang sedang menonton tv sontak ikut berdiri saat Ayumi mulai melangkahkan kakinya.

Ayumi memejamkan matanya sambil menghembuskan napas berat, cara Kyuhyun memanggilnya, ia tidak suka cara Kyuhyun memanggilnya.

“aku hanya ingin membuat teh. Kau mau?” jawab Ayumi tanpa berbalik menghadap Kyuhyun.

Tidak ada jawaban, hanya ada langkah kaki yang terdengar mendekat kearahnya. Alis Ayumi bertautan, baru kali ini ia mendegar langkah kaki Kyuhyun, membuatnya sedikit heran.

“aku akan membantumu,” ucap Kyuhyun sambil tersenyum manis kearah Ayumi. Namja itu lalu berjalan mendahului Ayumi menuju dapur.

Ayumi masih saja terdiam sambil menatap punggung tegap Kyuhyun yang berjalan menjauh darinya. Ya, suatu saat namja itu akan berjalan meninggalkannya seorang diri seperti ini. bagaimana ini? ia malah tidak ingin membiarkan hal itu terjadi, padahal ia tahu jika Kyuhyun bukanlah miliknya.

“Yumi-ya, kau mau teh apa?” suara Kyuhyun terdengar dari dapur. “yumi-ya…” Kyuhyun memanggil lagi karena Ayumi tidak menjawab apapun.

Dadanya terasa sesak lagi. mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan cara seperti itu membuat dadanya sakit. Ia tidak mau dianggap gadis yang sudah mati itu.

Dilihatnya Kyuhyun berjalan keluar dari dapur, mungkin karena Ayumi tidak menjawab panggilannya berkali-kali, “Yumi-ya, kau—“

“hentikan Kyu. Kumohon..” Ayumi berkata dengan cepat, memotong ucapan Kyuhyun. ia membalikan badannya sehingga kini ia berdiri membelakangi Kyuhyun. ia tidak akan sanggup melihat mata Kyuhyun disaat seperti ini.

“Kyu…kau tahu ‘kan aku bukanlah gadis itu,” ucap Ayumi hati-hati. ia mengepalkan kedua tangannya sendiri menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. tidak, ia tidak ingin menangis di depan Kyuhyun.

Tidak ada jawaban yang terdengar, apakah Kyuhyun sedang mendengarkannya? Ayumi tidak sanggup berbalik menghadap Kyuhyun.

“kau tidak bisa hidup di dalam bayang-bayang terus seperti ini. kembalilah ke dalam tubuhmu. Jangan pikirkan dirimu sendiri, pikirkanlah orang-orang yang menyayangimu, mereka pasti sedih melihat dirimu yang terbaring koma dirumah sakit.” Ayumi mengatur napasnya yang memburu karena berkata tanpa jeda.

“seseorang tidak akan bisa hidup dalam bayangan, begitupun aku, aku tidak ingin menjadi bayang-bayang gadis itu. Kyu, aku Ayumi Akomoto, aku bukanlah gadis itu. aku…bukanlah orang yang kau cintai. Karena aku bukan Ahn Yumi.” entah sejak kapan Ayumi bisa mengatakan itu semua dengan sangat lancar. Mungkin ia hanya mengatakan semua yang ada didalam kepalanya.

Suara Ayumi saat mengatakan itu semua semakin lama terdengar semakin serak dan lemah, itu semua akibat ia menahan tangisannya agar tidak meledak di depan Kyuhyun. tetapi ia tidak bisa, dadanya semakin terasa sakit karena ia menahan itu semua. Sebenarnya jika boleh memilih, ia akan merasa senang walaupun hanya seperti ini, walaupun dirinya hanya bisa bersama bayangan Kyuhyun.

Ayumi menundukan kepalanya tanpa berkata apapun lagi, begitupun juga dengan Kyuhyun, ia tidak mendengar suara namja itu sama sekali. Entahlah, apa yang sekarang sedang dipikirkan Kyuhyun tentang dirinya.

Beberapa menit berlalu dengan keheningan yang menguasai. Perlahan Ayumi memutar badannya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Kyuhyun sudah tidak ada dibelakangnya. Dengan cepat Ayumi berlari menuju dapur, kamar mandi, dan bahkan kamar tidurnya, tetapi nihil, namja itu tidak ada dimana-mana.

Ayumi jatuh terduduk, kakinya terasa sangat lemah dan terasa tidak kuat menopang tubuhnya. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sekarang ia sudah tidak bisa menahan tangisannya. ia belum menyatakan perasaannya pada Kyuhyun, mengapa namja itu pergi begitu saja? Bahkan tanpa mengucapkan selamat tinggal.

***

Sudah 3 bulan berlalu sejak kejadian itu, dan ternyata Kyuhyun benar-benar menghilang. Entahlah, tetapi ia merasa Kyuhyun sudah lebih baik sekarang, dimanapun namja itu berada. Sejak Kyuhyun pergi, tidak ada lagi yang menemaninya untuk berkeliling mencari objek yang indah. Jujur saja, sebenarnya ia merasa sedikit kesepian karena memang hanya Kyuhyunlah sahabat yang ia punya. Karena terlalu sering merasa kesepian, bahkan kadang-kadang terlintas di benaknya untuk kembali ke Jepang, tetapi keyakinan dirinya akan bertemu lagi dengan Kyuhyun membuatnya menahan keinginannya itu.

Ayumi tersenyum kecut membayangkan dirinya yang masih saja teringat pada Kyuhyun padahal namja itu sama sekali tidak menganggap dirinya, bagi Kyuhyun ia hanyalah seseorang yang mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal, miris sekali nasibnya.

Tetapi walaupun tanpa Kyuhyun ia harus tetap melanjutkan tujuannya pergi ke negeri ginseng ini, dengan pengalaman yang sangat pas-pasan Ayumi berani berkeliling seorang diri di kota besar ini. dan, seperti hari-hari biasanya, hari inipun Ayumi akan pergi mencari tempat yang bisa memberi inspirasi.

Saat hendak turun kelantai dasar, tiba-tiba saja lift yang Ayumi naiki berhenti di lantai 4. Ayumi tidak benar-benar memperhatikan saat lift itu terbuka dan seseorang masuk kedalamnya.

Deg! Jantung Ayumi berdetak dengan cepat saat aroma yang sangat familiar tercium di hidungnya. Perlahan Ayumi menoleh kearah seseorang yang baru saja masuk itu, tubuh tegap, kulit putih, rambut hitam yang dicukur dengan rapi. Ayumi hampir memekik karena terkejut, ia mengerjap beberapa kali sebelum menyadari yang ia lihat didepan matanya itu benar-benar nyata.

“Kyuhyun…?” Ayumi berkata dengan mata yang membulat seakan ingin melihat dengan jelas siapa yang ada di depannya. Apakah ini benar-benar Kyuhyun? dengan tubuhnya? Raganya? Bukan hanya bayangan yang selalu ia rindukan ‘kan?

Namja yang dipandang itu menoleh, terlihat sedikit bingung, tetapi tidak lama ia tersenyum ramah, “apakah kita saling mengenal?” namja itu bertanya pada Ayumi.

Ayumi tersenyum tipis mendengar ucapan Kyuhyun, dia benar-benar tidak berarti bagi namja itu? tidak apa-apa, kenyataannya sekarang ia bisa melihat Kyuhyun yang sebenarnya di depan matanya membuat dirinya sangat senang.

“ya, kurasa begitu.” Ayumi tersenyum lebih lebar menutupi rasa terkejut dan kecewanya.

“benarkah? Maaf ingatanku memang kurang bagus.” Kyuhyun terlihat sedikit merasa tidak enak pada Ayumi.

“tidak apa-apa,” Ayumi tertawa kecil, “namaku Yumi, Ayumi Akomoto.” Ayumi berkata sambil mengulurkan tangannya kearah Kyuhyun.

Namja yang sedang berdiri didepannya itu terdiam sejenak saat Ayumi memperkenalkan dirinya, apakah ia teringat sesuatu? Jika memang benar, Ayumi berharap Kyuhyun mengingat yang baik-baik tentang dirinya.

Tetapi tidak lama Kyuhyun tersenyum, dan menyambut uluran tangan Ayumi, “sepertinya kau sudah tahu namaku,” Kyuhyun tertawa renyah, “senang berkenalan denganmu Ayumi-chan.”

Ayumi tertegun, kali ini cara Kyuhyun memanggil namanya tidak seperti dulu lagi, dan ia sangat senang karena hal itu. Ayumi tidak bisa menahan senyumnya yang sangat ingin mengembang saat itu juga. Bagaimana cara ia berterimakasih pada tuhan karena telah mempertemukan lagi dirinya dengan Kyuhyun?

“aku juga, senang bisa berkenalan denganmu….lagi.” ucap Ayumi sambil memberikan senyum termanisnya.

END

Iklan

2 comments

  1. Sperti sebuah novel yg pernah q baca.. Tapi ini bner2 menarik, saat kita berinteraksi dg roh.. Chingu butuh sequel, apakh hubungn mereka hnya akan sperti ini?? Bagaimana mngkin Kyuhyun mengira Ayumi itu Ahn Yumi?? #keep writing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s